I WILL ALWAYS BE WITH YOU

“Belajar itu membosankan.”
“Belajar itu menyenangkan.”
“Tergantung sudut pandangmu.” Aku mengakhiri perdebatan dan mendelik pada sosok tampan di hadapanku.

“Kalau tau trik belajar,belajar itu menyenangkan,” ucapnya tenang dambil meraih buku yang kupegang. Buku Biologi,tentang penyakit mematikan.”Yeah,Bagimu.” Aku menyenderkan tubuhku ke arahnya,berniat mengintip apa yang dia baca.
“Kamu gak niat belajar.Itu kenapa alasan belajar begitu membosankan … bagimu”

Ia membalik halaman,dan artikel tentang keluar muncul. “Penyakit mematikan dan berbahaya,” gumamku.
Ia hanya tersenyum sedikit,memusatkan pikirannya membaca artikel itu. “Kau takkan sanggup,” aku mengambil buku itu dari tangannya dan segera menutupnya. “Gak sopan,” Ia menyentil dahiku pelan.
“Jangan mengungkit masa lalu.” “Itu bagian hidupku.” Aku menatap matanya.Tenang.Benar-benar tenang.
“Masa lalu itu bagian diri kita.Jangan pernah menolaknya,karena menerimanya jauh lebih menyenangkan.” Aku tersenyum kecil.Dia selalu bisa mengatasi kesedihanku.

**************************************************

“Kenapa kau begitu mempseona ?” “Haha.. matamu itu “nakal” ya?” Aku menjulurkan lidah,mencoba untuk menyembunyikan tangisan yang memaksa keluar. Tangannya mengacak rambutku halus,tangannya terasa begitu hangat.
“Hal-hal sepele gak pantas kamu tangisi.Kau hanya harus tersenyum” “Bagaimana kalau aku gak sanggup? Tersenyum itu susha tanpa dirimu,” “Kuatlah.Aku bukan orang yang pantas kau tangisi.” Setetes air mata meleleh di pipi putihnya.

Aku memandang wajah seputih pualam itu lama,sekedar untuk melepas rindu. “2 tahun aku menunggu untukmu.Dan selama itu pula aku mencintaimu.Itu bukan waktu yang pendek untuk seorang gadis kecil sepertiku.”
“Cintailah aku kalau memang itu membuatmu bahagia,” Aku menenggelamkan diriku dalam pelukannya.
Menyerap kehangatan tubuhnya,menghirup harum tubuhnya.

Aku ingin semua itu mengalir dalam diriku.Dalam jiwaku yang begitu merindukannya.
“Kenapa aku bisa begitu mencintaimu ?” “Seperti yang kau bilang,aku mempesona.”
Ah,dia benar.Dia terlalu mempesona bagiku.Semua tentang dirinya bagaikan sebuah permata,menyilaukan dan begitu mempesona.
“Simpan semua rasa itu,selama yang kamu mampu.” “Aku akan selalu menyimpannya untukmu.”

Dia tersenyum untuk terakhir kalinya.
Semua terasa begitu aneh.
Semua terasa kabur,hilang dan tak terbentuk.

————————————————–

Aku yang lemah karenamu ..
Aku yang rentan karena cinta yang telah hilang darimu..
Yang mampu menyanjungku..
Selama mata terbuka sampai jantung tak berdetak ..
Selama itu pun aku mampu untuk mengenangmu..
Darimu,kutemukan hidupku..
Bagiku..Kaulah cinta sejati..

Bila yang tertulis untukku,adalah yang terbaik untukmu..
Kan kujadikan kau kenangan yang terindah dalam hidupku..
Namun takkan mudah bagiku,meninggalkan jejak hidupku yang telah terukir abadi sebagai kenangan yang terindah..

— Kenangan Terindah —

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: