HAS THIS FEELING GONE ?

Aku menatap keluar jendela,dan kurasakan hatiku langsung terlonjak ketika sosok itu semakin mendekat.
Tubuhnya kurus tapi tegap,kulitnya seputih susu,alisnya melengkung sempurna,matanya seperti buah almond,bibirnya merah merona dan terlihat segar. Sosok yang selalu membuat jantungku berdegup kencang.
“Bagaimana kabarmu? “ sapanya sembari menarik kursi di hadapanku. Aku benar-benar terpukau dengan sosoknya. “Mei,kamu masih bersamaku?” harum parfumnya yang begitu menyentak lamunanku. “Ah..Maaf,aku melamun.” Dia hanya tertawa renyah.Tangannya melambai ke arah pelayan.Aku hanya mampu menatapnya,tak mampu bergerak sedikitpun.
“Gak nyangka kita bisa ketemu di sini.Kamu lanjut kemana setelah lulus SMP?
“Sepertinya kita memang terikat takdir.Aku lanjut ke Singapura.Kamu ?” Kulemparkan senyuman terbaikku untuknya. “Aku lanjut ke Jakarta.” Hening.
Memori otakku tiba-tiba menampilkan gambaran tentang masa-masa sekolah dulu.Masa ketika aku tergila-gila padanya.
“Apa yang kamu ingat tentang masa-masa SMP?” Aku menanyakan hal itu begitu saja sambil menyantap makanan yang telah kupesan. “Masa.. Hem.. Entahlah.. Tidak ada yang begitu mengesankan.” “Oh,benarkah ? Kau bahkan tidak mengingat bentuk sekolah itu ?” “Sedikit. Tapi sepertinya aku sudah positif tidak mengingatnya.Memangnya kamu ingat semua itu ?” “Ya,aku ingat.Hampir semuanya. Karena sekolah itu adalah saksi bisu penderitaanku.Dan karena sekolah itu juga,aku…”
Dia manatapku saat tak ada lagi kata-kata yang keluar. “Kenapa kamu berhenti?” Senyumannya menyeruak di wajahnya yang terlihat semakin bersinar. Kemana wajah jahil yang dulu ku kagumi? Ah..Dia berubah! Dia bukanlah orang dulu ku sukai dan ku kejar cintanya.
“Karena sekolah itu,aku bisa bertemu denganmu dan menikmati luka-luka yang kudapat. Sesakit apapun luka itu,bayanganmu akan selalu ada untuk menyembuhkannya.” Dia tak membalas satupun kata-kata yang keluar dari mulutku. Hening yang begitu mencekik.Aku menyesap minumanku dan menatapnya lama.Aku tak ingin lagi kehilangan kesempatan untuk menatap wajahnya.Tidak sedetik pun akan terlewat dariku.Karena,dia adalah oase bagiku.
“Kamu tidak suka aku berkata begitu ?” aku mengucapkannya.Astaga,sesuatu yang telah lama kusimpan. Sesuatu yang telah lama kupendam. “Aku tidak berkata begitu.” “Ekspresimu berbicara.” Dia tertawa pelan. “Kamu gak berubah.Selalu serius.Gak bisa diajak bercanda.” Aku tersipu,tak kusangka ia ingat dengan sifat burukku yang itu. “ Yah,aku gak berubah sedikitpun.Tapi kamu jelas berubah banyak.” Dia melirikku dan menghempaskan dirinya ke sofa. “Ya,aku tau.” “Seseorang telah mengubahmu ya ?” “Mungkin.” Wajahnya memerah. Hatiku sakit.

====

“Semoga kau menikmati liburanmu.” Dia melemparkan senyuman termanisnya. “….” “Ada apa ? Kau ingin mengatakan sesuatu ?” “Ingat masa-masa ketika aku menjadi gila di depanmu?” “Hahaha.. Ya..” “Menurutmu,bagaimana perasaanku dulu ? Dan menurutmu,apakah perasaan itu sudah mati sekarang ?” Dia diam,lagi. “ Aku tau perasaan apa itu.Karena kini,aku sudah merasakannya. Dan ya,kurasa perasaan itu sudah mati .”
Blam.Apakah ada pisau yang tertancap di dadaku ? Sakit sekali .. Sesak ..“Rasa itu tak akan pernah mati.Selama aku mengingatmuu,aku akan terus menyimpan perasaan itu.” Aku mengelus pipinya pelan.Merasakan halus kulitnya.Dia tak berusaha melepaskannya.Ia hanya tersenyum sedikit dan membelai jari-jariku.
“Terima kasih atas mala mini.” Aku bergas masuk mobil dan pergi meninggalkannya.Aku menangis.Rasa ini masih ada.Tak pernah kubyangkan rasa ini akan terpendam begitu lama.
Aku telah melewati masa-masa bahagia bersamanya.Apa yang harus kulakukan dengan rasa ini ? Membuangnya ? Aku menatap ke spion mobil,dan wajahnya terpampang jelas.
Kurasakan dia tersenyum dan melambai ke arahku. Seolah memintaku untuk berjalan lurus dan tak melihat ke masa lampau.
Aku tersenyum sedikit.Mengerti bahwa dia sebenarnya memperhatikanku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: