IT’S ONLY YOU

“Pelajari tentang cara sel kanker menyebar.” Aku tercekat sesaat saat membuka halaman yang telah ditentukan. Kenapa aku harus mengingat orang itu sekarang ?

========
“Harusnya reaksimu tidak separah itu.” Sosok ceria itu masih menikmati kenyamanan yang dia rasakan saat aku selesai bercerita.Aku menceritakan apa yang terjadi hari ini.Dan khususnya,aku menceritakan tentang pelajaran yang kudapat hari ini.
“Susah tau.I have tried since 2 years ago,but you know … I got nothing.”
Aku mengambil bantal sofa dan memeluknya erat.Membayangkan seandainya bantal itu adalah sosoknya.Terasa tiupan kecil di pipi kiriku. “You have to try it harder.” Sakit.Kata-kata itu merasuk jauh ke dalam kalbu.
“How if I’m failed ?” Tawanya yang lembut tersampaikan oleh angin. Suara yang bahkan lebih lembut dari sutra.Aku mengangkat kepalaku,wajahnya melembut seiring dengan senyumnya. “Jangan pernah pikirkan itu.Berusahalah.Aku akan selalu bersama dirimu.”
Aku mendengarkan semuanya dengan baik. Selalu seperti itu. Aku tidak pernah ingin melewatkan kesempatan untuk menyerap semua fakta tentangnya. Aku akan melakukan apa yang ku bisa agar aku bisa tetap bersama dengan dirinya.
Pertama kali aku mencintainya,aku masih seorang gadis kecil.Aku mengingatnya dalam setiap hembusan nafasku. Aku selalu merindukan sosoknya. Tapi aku adalah seorang gadis kecil yang tidak pantas bersamanya. Taukah kalian kenapa ? Karena saat aku baru menginjak umur remaja,dia telah terbang meninggalkan masa remaja itu di belakang. Ia tumbuh terlebih dahulu dariku. Menyedihkan.
“Mikirin apa? Serius amat mikirnya.” “Kamu dari tadi memperhatikanku ?” “Tentu saja.” Suaranya terdengar bingung. “Hem.. you’re the best koko.” “Apa maksudnya ?” “Kamu tidak perlu tau.Perasaan ini hanya akan menyakiti kita.” “Aku sudah membuat hati banyak orang terluka. Apa kamu piker hal sepele akan memberatkanku ?”
Sinis.Itu yang kutangkap dari kata-katanya.Sepele? Dia mengatakan perasaan ini sepele ? Begitu tak berarti kah ..Aku tertawa kecil.. “Aku menyanyangimu.Aku tau itu sama sekali tidak penting bagimu.”
Wajahnya menyiratkan banyak hal.Hal-hal yang tak dapat kujangkau. “Aku tak bisa menerimanya.” “Aku memberikannya tanpa perduli kau menerimanya atau tidak.”
Dia menoleh kea rah lain. Berpura-pura tertarik pada pajangan-pajangan yang ada. Aku ? Aku mematung dan memeluk bantal sofa itu lebih erat..Aku menangis. Kurasakan cairan hangat yang meleleh deras di pipiku.
“Lebih baik aku pergi.” Dia bangkit dan bergegas keluar. Langkahnya terhenti sebelum mencapai pintu. “Aku senang masih ada yang menyayangiku dengan tulus/” kata-kata itu begitu lantang dan jelas.Aku tidak tau ekspresi apa yang harus kutampilkan.

===============

Sosoknya tak pernah hilang dari hadapanku.Ia bahkan menemuiku lebih sering dari seharusnya.Dan bahkan,Ia tersenyum lebih sering.
Ia selalu mendampingiku.Bahkan,dia yang mempertemukanku dengan orang yang sekarang amat kucintai.
Sebelum dia menghilang,aku telah mengingat perkataannya yang paling berharga.Dan aku bahkan akan mencoba sekeras mungkin untuk melaksanakannya .. Aku tidak akan pernah berhenti mencintainya.
“Sediakan satu tempat di hatimu untukku. Dan tersenyumlah sesering mungkin.Aku akan selalu bersamamu setiap kali kamu tersenyum.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: