A NEVER ENDING STORY

“Aku takut..” Air mata turun perlahan. “Kenapa? Apa terjadi sesuatu yang buruk?” Wajahnya terlihat cemas. “Aku takut suatu saat nanti aku tidak bisa mencintaimu lagi. Aku gak mau itu terjadi!” Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku,tak ingin dia melihat betapa takutnya aku.
“Kenapa kau takut ? Bukankah itu wajar?” Wajahnya melembut kembali. “Apa kamu tidak perduli jika aku menyukai orang lain?” “Tidak,bukankah kita hanya teman dan tidak lebih?” Perkataannya menusuk tepat di jantungku. Ketakutanku ini…Apa suatu saat akan terjadi?
Mata kami bertemu,senyumnya mengembang. Sedangkan aku? Aku menunduk dan meledak lagi dalam banjir air mata. “ssshhhh..” Dia meraihku dalam pelukannya dan mengusap lembut kepalaku.
Waktu berlalu dan air mataku telah mengering. Posisi kamu masih sama,aku masih menenggelamkan kepalaku di\alam dekapannya. “Apa kamu benar-benar takut tidak mencintaiku lagi?” Aku menganggukkan kepalaku,terlalu lemah untuk bicara.
“Kenapa?” “Aku sudah cukup sering patah hato.Bagiku,kamu itu tempat terakhir aku melabuhkan hatiku…” Aku menolak menatap matanya,takut pancaran matanya yang damai akan membuatku hancur lagi.
“Bukankah kau seharusnya terbang bebas?” Aku menatapnya,bingung. “Kalau aku sudah melukaimu terlalu banyak dan sering,pergilah. Pergilah ke pelukan orang yang jauh lebih menentramkan dari milikku.” Aku terisak untuk kesekian kalinya. “Aku… gak tau kamu bisa sebaik ini..”
Dia tertawa lepas.,”Aku tidak sejahat yang kamu pikirkan.Semua perkataannya terus terngiang,aku menghembuskan nafas dengan frustasi.
“Apa menurutmu aku bisa melupakan perasaan ini?” Senyuman lemah terbentuk di wajahnya,seringaian kecil yang selalu membuatku nyaman. “Kamu pasti bisa.Kalau kamu bisa bertahan selama ini,kamu juga pasti bisa dengan mudah melupakannya.”
Senyuman belum juga terlukis di wajahku ketika sosoknya tiba-tiba menghilang. Aku terisak dan meneriakkan namanya sekeras yang aku bisa…
“Evan…” “Evan,aku belum rela ngelupain semua..Aku belum rela ngelepas kamu pergi bebas…Aku masih ingin sedikit egois ke kamu..Aku masih ingin menangis dalam dekapanmu..Masih ingin tersenyum karena sikapku,… Marah karena godaan kamu.. Aku masih ingin semua itu..”
Setangkai bunga mawar putih berbecak merah darah terjatuh di pangkuanku. Seolah mengingatkanku bahwa alamnya dan alamku kini berbeda..

==================END============================

Iklan

4 thoughts on “A NEVER ENDING STORY

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: