BECAUSE OF YOU

“Tell me the reason at least” Kata-kata itu mengalir keluar dari bibir mungilnya.Aku tak sanggup menjawabnya.Pertanyaan itu terlalu sulit untukku.
“I don’t know.I don’t even understand why it can happen” jawabku lirih.Aku berusaha keras untuk tidak melihat ke dalam matanya,aku takut mata itu akan melukai perasaanku lebih jauh.

Senyuman lemah terbentuk di wajahnya,membuatku beku. “How you can say that you love me,if you don’t know the reason” “I will tell you more about my feeling and the reason when I’m ready.Although so,please don’t forget what I said to you” “Think about it deeper, understand?” “Yeah..” Dia meninggalkan apartemenku dan ketika aku melihatnya menghilang setelah pintu lift tertutup,hatiku terasa sakit.Hatiku terasa jauh lebih sakit daripada ketika aku masih bersamanya.
Rasa ini terbentuk begitu saja setelah pertemuan pertama kami saat dulu bersekolah.

===

Hari berlalu dan aku merasa semakin gila karena tidak melihatnya lagi setelah kejadian itu.
“I love you because you’re a part of my body. You took my heart after our 1st met.This heart is belong to you,forever.” Suara di ujung telepon terdiam.Hanya suara-suara kecil dan samar yang mencoba memecah keheningan diantara kami. “Have you thought about your real feeling ? Are you sure if that’s love ? “ Aku bisa membayangkan wajahnya di sana.Aku sudah mempelajari semua tentangnya,ingat? “I’m sure.And I won’t regret this love.Because I believe with you and this feeling.” Mataku menatap kosong ke pintu apartemenku,berharap dia masuk.
Entah keajaiban darimana,pintu terbuka dan wajahnya menyembul dari balik pintu.Aku yakin ini bukan hanya sekedar khayalan.Aku berlari membuka pintu dan tangannya mengacak lembut rambutku. “You like it right?” dia tersenyum,lagi! “Yeah .. How you can know it?” “Your reaction when I was with you…” “Ah,you’re too smart,you know?”
Tawanya meledak.Tangannya memelukku erat.Ia membimbingku ke ruang tengah dan menyalakan sebuah kaset rekaman. Lagu “I Knew I Love You” berkumandang. Mata kami bertubrukan.Senyuman menghias wajahku.

Kami bergerak dalam irama,memikirkan perasaan kami bersama dengan lirik lagu yang seolah menceritakan kisah kami. “I knew I love you even before I meet you…” suaranya terdengar dalam dan serius. Aku memeluknya lebih erat.
“I don’t know why..I always miss you after you told me about your feeling” Ia menukar posisi kami dan memberikan backhug padaku.Kulit wajahnya menggesek lembut kulitku,mecoba mencari kenyamanan.

“I even imagined you..And I almost went crazy” Aku menggenggam tangannya erat,tangannya terasa bergetar dalam genggamanku. Aku mencium matanya,mencoba menenangkannya. Aku tau,ia tidak pernah ingin belajar mencintai orang lain selain wanita itu. Wanita yang meninggalkannya dalam airmata duka. Aku tau,semua yang kulakukan mengingatkannya pada masa-masa bahagianya bersama wanita itu.

“Calm down.I will do my best to be your perfect girl” aku berbisik pelan ketika lagu “You’re Still The One” berbisik manja di telinga kami. Ia mengangguk dan menyenderkan kepalanya di bahuku.
Kami baru saja memulai kisah kami.Memulai kisah yang tak tentu jalan ceritanya dan tidak pernah tau kejutan apa yang menanti dalam setiap perjalanan kami.Tapi kami tidak akan takut memulai dan mengakhiri kisah ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: