[FF] A Messaege [Kim Hyun Joong ft Jun Hyosung]

         CAST :

                                                                       -JUN HYOSUNG

                                                                       -KIM HYUN JOONG

 

AUTHOR : Jokyung501 / @FeyFey_Makyuev

 

Original post is in AFF – And it was made in English – Being translated due to request.

 

 

Dia terdiam disana, tidak dapat bergerak. Kenangan membanjiri pikirannya. Dia menangis karena dia tidak dapat mengendalikannya. Kenangannya bersama seseorang itu.. terlalu menyedihkan.. Kenangan ketika mereka pertama kali bertemu tidak ada dalam ingatannya. Dia hanya dapat mengenang bulan-bulan terakhir dengannya. Hanya ketika dia terluka, hanya ketika dia berteriak dalam sakit. Kenangan itu terisi dengan airmata.

 

—–

 

“Oppa.. Bangun..” Dia berbisik pelan di telinga kanan pria yang berbaring di depannya. Orang itu mengedipkan matanya dan kemudian memutar kepalanya menuju ke arah cewek yang berada di sebelahnya. “Hyosungie?” “Ya,oppa.. Ayo,bangun,” Hyosung menariknya dari tempat tidur. “Jinjja.. Joong-oppa~ Kamu berat sekali!!” “Aku tidak meminta kamu untuk menarkku dari tempat tidur,” Hyun Joong menyahut dingin. “Apa yang kamu lakukan disini?” Dia bertanya lagi, berjalan dengan malas ke sofa terdekat.

 

“Aku ingin menculikmu.. Bagaimana kedengarannya?” Hyosung tersenyum, merapikan tempat tidur dan pergi ke depan lemari baju. “Apa? Seorang gadis kecil sepertimu ingin menculikku?” Dia tertawa kecil. “Yah.. Jika kamu tidak mau pergi tapi aku memaksa mu, itu diartikan sebagai penculikan,”  Dia memilih beberapa baju untuk Hyun Joong.

 

Dia hanya bersandar di sofa, menonton kekasihnya. “Apakah kamu yakin? Ini rumah sakit, Hyosungie. Kamu tidak bisa langsung membawaku pergi seperti itu.. Dan bagaimana dengan jadwalmu?” “Jadwal apa?” Dia bertanya dengan polos sembari melemparkan beberapa pakaian ke atas kasur. “Yah!! Jangan berpura-pura bahwa kau itu noemal!” “Aku memang normal, Hyun Joong-ie.. Sekarang, ganti pakaianmu!!” “Hyosung-ah.. Berhenti bermain!” Dia meraih pergelangan tangan Hyosung. Hyun melihat ke matanya, tetapi Hyosung menghindarinya. “Jangan menghindari mataku..” Dia menarik Hyosung bersamanya untuk duduk di sofa. “Kamu tau kalau kamu itu tidak normal karena kamu seorang idola,kan?” Dia berkata. “Oppa..” “Jangan berusaha menghindari kata-kataku juga.. Lihat aku.. Aku, Hyosung-ah”  Hyosung menolak pada awalnya, tetapi kemudian dia menatap kekasihnya itu.

 

“Kamu tidak bekerja hari ini ?” Hyun bertanya,  Hyosung menggelengkan kepalanya. “Kamu tidak sedang berbohong kan?” “OPPA… Tidak bisakah kamu percaya padaku?” “Tidak, karena kamu sudah pernah berbohong padaku sekali..” Hyosung mengomel pelan. Mereka tidak mengatakan apapun, keduanya hilang dalam pemikiran masing-masing.

“Kamu masih takut dengan penyakitmu?” Hyosung perlahan bertanya. “Apa yang kamu harapkan dariku? Merasa berani tentangnya?” Hyun terkikik pelan, itu membuat sebuah lubang besar tercipta dalam hati Hyosung. Melihatnya tidak mempunya harapan seperti itu, lebih menyusahkan dari apapun.

“Kamu masih mempunyai banyak kesempatan,” Hyosung berkata. “Tidak, Kanker otak hanya terlalu cepat menyerangmu.. Kamu tidak akan pernah tau kapan kamu akan meninggal dengan kanker ini,” Hyun Joong  menghela nafas berat. Air mata turun perlahan dengan gerakan lambat pada pipinya. Hyosung mencoba keras untuk menyembunyikan airmata sendiri, tetapi gagal ketika Hyun membawanya kedalam dekapannya, mencium keningnya berulang kali.

“Tidak seharusnya kamu menangis..”

—-

Hujan jatuh dengan suaranya yang ribut. Angin menerbangkan rambutnya. Tapi Hyosung tidak perduli. Semua itu tidak ada apa-apanya untuk Hyosung. Kehidupan menghilang dari tangannya.

 

“Lihat?! Aku sudah katakan kau paling cantik dengan wajah tanpa make-up..” Hyun Joong tersenyum dalam kemenangan karena Hyosung tidak memakai make up sedikit pun. “Apakah ini bagus untukmu? Aku benar-benar terlihat berbeda tanpa make-up,” Hyosung mengatakan dengan khawatir.

“Jalan sajalah.. Ini sebuah taman, kamu tau kan? Dan kita sedang berkencan bukan? Aku pikir kamu harusnya menunjukkan wajah terbaikmu untuk pacarmu dalam sebuah kencan?” Hyun Joong mengatakan dengan tenang, menarik tangan Hyosung bersama dengan langkahnya. “Oppa.. Sakit.. Lepaskan tanganku,” “Tidak..” “Tidak lagi???” “Jangan berisik, tidak bisakah kau melakukan itu?” Hyun Joong menatapnya dengan tatapan dingin.

Hyosung menutup mulutnya dan mengikuti langkah Hyun Joong. Merasakan tangan Hyun Joong, jari-jari panjang milik pacarnya itu dalam tangannya sendiri, membuat Hyosung tersenyum lebar. Siapa yang akan perduli ? Status mereka sebagai idola tidaklah penting. Mereka sedang menikmati hidup mereka. Walaupun mereka tetap tertawa, tapi hati mereka pasti menangis. Semua karena mereka tau, waktu mereka sangatlah pendek.

 

 

“Oppa.. Lihat..Bintang-bintangnya bersinar.. Tidakkah mereka cantik?” Hyosung menujuk langit. Mereka berdiri dibalik jendela kamar Hyun Joong. Karena rumah sakit itu sangat tinggi, Hyun Joong mendaptkan sebuah ruangan di lantai 6. Hyun Joong mencondongkan dirinya lebih dekat dan mengangguk stuju. “Tapi apa kamu tau sesuatu?” “Apa itu oppa?” “Kamu jauh lebih baik dari bintang-bintang itu,” Hyosung tersipu malu karena perkataan Hyun Joong.

“Kamu berbohong,” Dia berkata. “Ya dan tidak..” Hyun Joong menjawab “Kenapa iya dan tidak?” Hyosung menaruh tangannya di sekitar bahunya. “Tidak, karena aku selalu memberikan jawaban jujur untukmu atas semua perasaan dan masalahku.. Dan ya, Buatan Tuhan itu selalu lebih baik,” “Astaga oppa.. sisi 4D mu tidak pernah hilang ya?”

“Kenapa harus? Penyakitku itu tidak ada apa-apanya.. Aku tidak akan pernah merubah sifatku,” Hyun Joong mengedip. “Oppa..” Hyosung mulai terisak. “Jangan menangis baby… Jangan menangis..” Hyun mengelus punggung Hyosung.

“Tidakkah kamu menyadari kalau kau tersenyum lebih sering oppa? Semangatmu telah kembali,” Hyosung berusaha keras mengatakannya selagi dia menenggelamkan dirinya dalam pelukan Hyun. “Aku bahagia bertemu dengan sisi lamamu, oppa,” “Apakah aku membuatmu merasa buruk belakangan ini?” Hyun berkata dengan lembut.

“Kamu melakukannya oppa..Aku merasa sedih karena kamu yang kemarin bukanlah kamu.. Kamu yang kemarin adalah orang yang tidak bisa kukenali lagi..Ya.. Sejak diagnosa itu..” Hyosung berkata. Hyun meletakkan dagunya diatas kepala Hyosung. “Tenanglah babe..Aku tidak akan membuatmu terluka lagi.. Aku berjanji..” Hyun berbisik.

—-

Jika waktu bisa diputar, Hyosung akan melakukannya. Dia ingin untuk menemukan segala care untuk membuat Hyun kembali. Jika dia bisa melakukannya.. Bayangan Hyun tampak di mimpinya lagi. Tidak pernah meninggalkannya, walau yang asli telah menghilang untuk waktu yang cukup lama.

“Oppa..Bagaimana jika aku merindukanmu suatu hari nanti tapi kamu sudah tidak disini lagi? Apa yang harus kulakukan?” Hysoung menangis disamping tempat tidur. Hyun Joong koma. Hyosung takut jika Hyun akan meninggalkannya segera. Yeah, dia belum siap untuk itu. Tapi dia tau, oppanya selalu siap untuk waktu ini.

 

Itu adalah hal yang Hyun harapkan untuk waktu yang lama.Sesuatu untuk mengakhiri penderitaannya.

Hyosung jatuh tertidur, berlari menuju mimpinya. Namun tiba-tiba Hyosung bertemu dengannya. Hyun tidak terlihat lebih baik, dia terus tersenyum pada Hyosung tapi wajahnya pucat. Hal itu melukai Hyosung. Walaupun dalam sebuah mimpi, membayangkan seseorang yang dia sayangi menjadi terluka lebih dari dirinya, membuat Hyosung terluka juga.

“Hyosung-ie..” Hyun Joong melambai ke arahnya. Hyun memberikan tanda untuknya agar datang lebih dekat. Kakinya membawanya bahkan tanpa sepengatahuannya “Ayolah.. Lebih dekat babe,” Wajah tidak sabar Hyun terlihat. Dia terkikik, dia mencintai wajah itu.

 

“Oppa…Aku disini..” Hyosung tersenyum, berjalan lebih dekat dan berhenti ketik akhirnya ia duduk diatas pangkuan Hyun. “Oppa.. Kamu terlihat pucat sekali..” Dia berkata dengan khawatir. “Hyosungie..Aku ingin menghabiskan banyak waktu bersamamu.. Aku ingin menikmati waktuku yang terbatas denganmu.. Tapi aku tau itu tidak mungkin..” Hyun mencium pipinya, merasakan hangat tubuhnya.

 

“Oppa.. Kalau begitu kamu harus sembuh dari penyakitmu.. Kamu harus bangun dari koma,” “Aku disini, Hyosungie..Dan aku baik-baik saja.. Aku tidak sedang tertidur dan koma,” Hyun memiringkan kepalanya.

“….” Hyosung menatap ke arah pohon dibelakang Hyun, pohon itu terlihat tua dan lemah. “Bahkan tanaman itu tau tentang kondisiku,” Hyun Joong berkata. “Apakah itu buruk bagimu?” Hyosung menyentuh kulit dinginnya.

“Ya.. Aku benci ketika orang-orang mulai mengkhawatirkanku.. Aku baik-baik saja, jika mereka tidak tau itu,” “Kamu tidak baik-baik saja oppa..” Hyun Joong mengangkat matanya untuk bertemu milik Hyosung. “Aku baik-baik saja..Karena rasa sakit itu akan meninggalkanku segera,” Dia berkata. “Hyosung, maukah kau berjanji unutkku?” “Apa itu?” “Janjilah padaku, kamu akan hidup dengan bahagia setelah aku meninggalkanmu.. Berjanjilah kamu tidak akan pernah mengharapkanku kembali.. Berjanjilah kamu akan menemukan pria lain untuk menjagamu.. Berjanjilah, bahwa kamu tidak akan pernah melupakanmu,” Mata Hyun Joong mengharapkan kata ‘ya’ akan melewati bibir Hyosung. Dan dia melakukannya. “Aku akan selalu mengingatmu jauh di dalam hatiku.. Aku berjanji oppa.. Aku akan selalu mengingat janji itu,” “Aku mencintaimu Hyosungie.. Dalam setiap keadaan,” Hyun Joong menciumnya.

 

Dia menikmati ciuman itu ketika pintu terbanting terbuka dan kemudian ada keramaian dokter dan perawat disamping tempat tidur Hyun. Sementara itu Hyun Joong membuka matanya dan meneriakkan sesuatu tanpa suara. Dan semua berhenti secepat awalnya.

Hyosung menangis kembali, merasa terluka untuk melihat perpisahan orang tercintanya. Hyosung ingin memeluknya, tetapi dia tidak dapat melangkah lebih dekat. Dia ingin menutup matanya dan ikut terbang bersama jiwa yang baru saja meninggalkannya, tetapi dia tau itu tidak mungkin.

“Selamat tinggal, oppa…”

—-

 

Angin membanting pintu dengan keras, jendela-jendela bergetar. Namun dia hanya melihat ke arah semua itu dengan senyum menyedihkan. Angin membisikkan banyak hal padanya. Mereka memberitaukan betapa gembiranya oppanya sekarang. Bagaimana dia mencintai kehidupan barunya dan bagaimana ia sangat merindukan Hyosung.

 

Hyosung berjalan perlahan ke kamar Hyun Joong, membawa sebuah pisau kecil dalam genggaman tangannya. Hyosung mengambil sebuah selimut, menyelimuti kakinya dengan selimut itu. Dia perlahan berbaring di tempat tidur yang dingin itu.

Hyosung mengarahkan pisau itu ke pergelangan tangan kirinya, mengirimkan beberapa kata pada angin. Kemudian, ketika pisau itu semakin dekat dengan kulitnya dan darah membanjiri tempat tidur yang putih itu. Tapi, dia tidak merasakan apapun, karena dia telah menutup matanya bahkan sebelum dia memulai hidup barunya.

 

Hyun Joong sedang berdiri di sampingnya, menyaksikan tubuh dingin Hyosung di atas tempat tidur. “Itu benar-benar menakjubkan,” Hyun mengatakan, menghadapi Hyosung. “Aku tidak perduli. Aku hanya ingin bersamamu.. Walaupun aku harus meninggalkan kehidupanku di kehidupan yang ini,” Hyosung membalas, memberikannya sebuah ciuman.

“Kalau begitu.. Selamat datang di kehidupan barumu..”

Mereka tersenyum, keduanya bahagia. Meninggalkan penderitaan mereka di belakang. Meninggalkan orang yang mereka cintai, bahkan tidak ingin mendengarkan teriakan mereka atau melihat air mata mereka. Keduanya hanya ingin bersama. Mereka tidak ingin berbalik untuk menyaksikan kehidupan lama mereka meninggalkan mereka.

Hanya bersama, hanya itu yang mereka rasakan.

 

Jun Hyosung

 

Kim Hyun Joong

Iklan

2 thoughts on “[FF] A Messaege [Kim Hyun Joong ft Jun Hyosung]

Add yours

    1. Makasi ^_^
      Semoga bisa ya 🙂
      Sekarang lagi sibuk nulis yang versi bahasa inggris sih ^^” ~ Tapi ntar klo udah ada waktu disempatin nulis yang pake bhasa Indo deh 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: