[FF] NOONA IS SO PRETTY FT KIKWANG AND HYOSUNG — Indonesian Trans —

Chapter title : FAST STEPS ~ SECRET FEELING

 

Kikwang melihat melalui kaca transparan itu. Hyosung terlihat sedang menikmati makanannya di dalam kafe. Dia terlihat serius dan sedikit terburu-buru. Kikwang berhenti selagi dia tidak ingin untuk melewatkan kesempatan untuk melihat wajah Hyosung. Tapi kemudian, karena cuaca yang didngin, Kikwang memasuki kafe tersebut. “Halo,” ia memutuskan untuk menyapanya. Hyosung melihat ke arahnya, mengenali suaranya. “Kikwang-ah!” “Hyosung noona~ Bagaimana kabarmu?” “Baik..Bagaimana denganmu?! Apa yang kamu lakukan disini?” “Kamu tidak akan memintaku untuk duduk?” Dia menggembungkan pipinya dengan sebal.

Hyosung tertawa. “Maaf, Aku terlalu senang karena bertemu denganmu!” Dia menarik kursi di sebelahnya. Hati Kikwang berdebar kencang. Menjadi begitu dekat dengannya setelah beberapa bulan membuat Kikwang gembira.

Kikwang menyilangkan jarinya di bawah meja, mengharapkan keberuntungan. “Noona, apakah kamu mau mendampingiku sejenak? Aku ingin berjalan-jalan. Maukah kamu mendampingiku…please?” Kikwang bertanya dan dia harus menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan rona wajahnya.

 

“Oh..Maafkan aku Kikwang-ah.. Aku harus menghadiri sebuah wawancara dan pemotretan hari ini.. KEcuali kamu mau untuk menemaniku dulu, yang mana aku tau tidak mungkin, Aku akan membayarnya dengan menjadi temanmu seharian penuh,” “Berapa lama kamu akan melakukan interview itu?” “Pastinya 2-3 jam, seperti biasa,” “Aku akan pergi bersamamu,Noona,” Kikwang membalas. “Apakah kamu yakin?” Hyosung menatapnya. “Yeah, kenapa tidak?! Itu akan menyenangkan,” Hyosung hanya bisa mengangguk. Menyetujui tawaran Kikwang.

***

 

Hyosung sibuk dengan wawancaranya sementara Kikwang sibuk menatap ke arahnya. Reporter menatap Kikwang dengan sedikit bingung satu atau dua kali karena dia tidak tau dan tidak mengundang Kikwang untuk wawancara itu. Tapi reporter itu tidak berani untuk bertanya. Ketika Hyosung akhirnya berdiri, penata gayanya menghampirinya. “Aku minta maaf untuk menganggu acara kencan kalian,” Reporter itu meminta maaf. Kikwang menatapnya sembari menaikkan alisnya. Mereka tidak kencan, yah… Tidak kencan dalam arti keseluruhan..”Ah.. Tidak.. Itu tidak apa-apa.. Aku menikmati waktu untuk bersamanya di waktu luangku,” Kikwang tersenyum sopan.

 

“Oh..Kamu berdua pacaran sekarang?” “Uh..Sejenis itu lah,” Kikwang tidak dapat mengelak lagi dan dia terpaksa berbohong. Kebohongan besar dan merupakan tindakan terbodohnya bulan itu. “Wow! Selamat, Sudah berapa lama kamu bersamanya?” “Setelah berpisah dari OMS?” Kikwang menjawab dengan percaya diri. Reporter itu menatapnya dengan tatapan terkejut di matanya.

Tapi Kikwang dengan bodohnya tidak menyadari pandangan itu. “Tidakkah kau ingin menemaninya?” Reporter itu bertanya lagi. “Sebenarnya…. Dimana dia sekarang? Aku tidak dapat menemukannya,” Kikwang tersenyum kikuk. Merasa malu dengan pertanyaan bodohnya.

 

“Dia di ruangan itu,” Reporter itu menunjuk pada satu ruangan di belakang mereka. “Ah..Terima kasih,” Kikwang membungkuk sebagai salam perpisahan dan kabur dari reporter itu. Dia masih tidak menyadari betapa besar kata-katanya bisa menyebabkan masalah. “Permisi,” Kikwang mengetuk pintu. Setiap orang di ruangan itu memutar pandangan mereka ke arahnya. “Bukankah itu Kikwang?” Satu dari mereka akhirnya angkat bicara. Hyosung tidak ada dalam pandangannya. “Siapa yang sedang kamu cari?” Satu dari penata gaya itu berdiri.

 

“Hyosung noona. Kamu tau dimana dia?” “Oh, kamu bisa masuk. Hyosung sedang dipakaikan make up,” Dia membuka pintu itu sedikit lebih lebar dan membiarkan Kikwang masuk. “Mana dia?” “Disana,” Stylist itu menunjuk ke pojok ruangan. Kikwang tersenyum atas bantuannya. Tapi hatinya membeku ketika melihat interaksi yang dilakukan Hyosung sengan salah satu model pria mereka.

“Noooonnnnaaa..” “Kikwang-ah! Aku senang melihatmu disini. Kamu tau bocah ini?” Dia menunjuk ke arah pria yang duduk di sebelahnya. “Tidak. Dan aku tidak berfikir aku telah melihatnya di suatu tempat,” Kikwang membalas. “Sisi lucu seorang Kikwang,” Hyosung menjulurkan lidahnya.

“Dia akan menjadi temanku untuk pemotretan kali ini!!” Hyosung mengatakan dengan gembira. “Hyosung-ah,, tolong tenang sedikit,” Stylistnya menghela nafas dengan berat. “Kamu penuh energi hari ini,” Dia melanjutkan. Hyosung tersipu mendengar kata-katanya. “Benarkah?” “Yeah.. Setelah melihat Kikwang, Aku rasa aku tau alasannya sekarang,” Hyosung semakin tersipu. “Hyosung-ssi.. Giliranmu dan Dongho,” “Huh.. Yeah.. Siapa yang tidak tau Dongho dari U-Kiss,” Kikwang mengeluh dalam bisikan. Telinga Hyosung menangkap apa yang ia katakan dan membuat Hyosung tersenyum tanpa alasan.

 

Fotografer mulai mengambil foto mereka dalam berbagai pose. Dia terus menginstruksikan pose-pose yang berani serta menggoda, Dongho yang innocent memakai make up tebal dan bernuansa gelap. Tentu saja, hal itu membuatnya terlihat seksi. Dan Hyosung yang memang seksi menjadi semakin seksi dengan make up yang sama dengan Dongho. Mereka melakukan kerja yang baik, membuat orang-orang menarik nafas karena kesuksesan mereka melakukan gaya-gaya tersebut.

Kikwang tidak dapat membantu dirinya sendiri, tapi dia membayangkan Hyosung akan berlari menuju arahnya dengan pakaian itu, menariknya ke depan karena dia adalah pasangannya untuk pemotretan itu. Kikwang tersenyum pada dirinya sendiri, merasa bahagia dengan bayangan tersebut. Dia menatap ke Hyosung yang sedang terbaring di atas lantai dan Dongho berada di atasnya, mereka berdua menatap kamera dengan bibir yang hampir bersentuhan. Kikwang menjadi gila, dia mencaci maki fotografer itu karena dia merasa cemburu dengan pose itu.

 

Memikirkan tentang hal itu lagi, dia bertanya-tanya kalau Hyosung akan melakukan hal yang sama padanya di dunia nyata, maksudnya tentu saja.. Gaya yang sedang Hyosung praktekkan dengan Dongho. Kikwang berharap Hyosung dapat membaca pikirannya. Dia tau, doa itu salah dan gila. Tapi dia tidak perduli. Selama dia bisa melakukannya, itu bukanlah hal yang salah.

***

 

Hyosung telah menyelesaikan pemotretannya, mereka pergi menuju sungai Han sekarang. Hyosung melomncat dengan gembira ketika Kikwang memberi tahunya kemana ia ingin pergi. Mereka menggunakan taksi sebagai transportasinya, tidak akan ada yang mengenali mereka jika mereka menggunakan sebuah taksi.

 

Kikwang menikmati momen ketika Hyosung menaruh tangannya dalam tangan milik Kikwang, membiarkannya merasakan kehangatan kulit milik Hyosung. “Apakah kamu lelah?” “Siapa yang tidak akan, Kikwang-ah? Apakah kamu tau kalau aku tadi ingin sekali melemparkan sesuatu pada fotografer itu? Aku dan Dongho tidak merasa nyaman dengan itu,” Hyosung menghela nafas. Kikwang terkikik. Paling tidak, dia tau Hyosung tidak menikmatinya seperti yang terlihat. “Kamu bisa meletakkan kepalamu di bahuku dan tidur untuk… 15 menit?” Kikwang menatap ke arah supir itu, supir itu mengangguk setuju. “Lebih jika kita terjebak macet,” Supir itu menyahut. Hyosung tersenyum bahagia, ia meletakkan kepalanya di bahu Kikwang, menggumamkan terima kasih pada Kikwang dan jatuh tertidur.

 

“Apakah itu pacarmu nak?” Supir itu bertanya. “Hampir,” Kikwang menjawab, menggumamkan permintaan maaf kepada Hyosung. “Kamu berdua sangat manis.. Dan sebagai idola, kamu berdua telihat alami.. Tidak seperti yang lainnya, mereka terlihat palsu,” Dia melanjutkan. Mata Kikwang membesar. “Jadi.. Anda dapat mengenali kami?” “Siapa yang tidak akan? Aku, aku sendiri, adalah fans SECRET dan aku tau tentangmu karena anakku menyukaimu,” Supir itu tertawa. “Tolong jangan beri taukan ini pada siapapun juga untuk sekarang,” “Kamu bisa mempercayaiku,” Supir itu tersenyum.

 

Ketika mereka akhirnya mencapai tempat tujuan mereka, Hyosung terbangun dengan sendirinya. Dia menggelengkan kepanaya, dia bahkan harus mengerjapkan matanya beberapa kali untuk membuat semuanya jelas. “Apakah kamu mendapatkan tidur yang baik?” Kikwang mengelus rambutnya. “Waktu pendek untuk tidur dan itu bagus,” Hyosung menguap. “Ayo berjalan-jalan dan melakukan apapun yang kita mau,” Kikwang menarik tangannya.

“Wah.. Udaranya segar sekali!! Aku rasa darahku sedang mendidih sekarang,” Hyosung bekata, Kikwang menontonnya dengan senyum selalu merekah di wajahnya. “Noona, ayo kita beli es krim..” Hyosung menatapnya dengan cepat, “Apakah kamu yakin?” “Ya.. Kenapa? Kamu tidak mau?” “AKU SANGAAAATTT MAUUU,” Hyosung bertepuk tangan. Orang-orang menatap mereka, tersenyum karena kelakun Hyosung yang sangat alami sebagai orang biasa.

 

Mereka membeli es krim dan mencari tempat untuk duduk, mereka memutuskan untuk duduk di tepi sungai. “Kikwang-ah, Aku rasa perjalanan kita akan menjadi sangattttt menyenangkan,” Hyosung merebahkan dirinya di atas pangkuan Kikwang. Hati kikwang berdegup semakin kencang. “Oh.. Kenapa kamu berfikir begitu, noona?” “Yah, kamu membuatku berfikir begitu..” Mereka melanjutkan berbicara tentang banyak hal. Ketika akhirnya mereka berfikir itu cukup, mereka bediri dan melanjutkan acara jalan-jalan mereka. Setiap kejadian direkam secara jelas dalam pikiran Kikwang, dan sedikit mereka tidak tau, semuanya direkam jelas oleh beberapa penggemar.

 

***

 

Kikwang merasa malu. Hyosung melakukan banyak skinship diantara mereka. Tubuh hangatnya menyentuh tubuh Kikwang. Tapi dia tidak terlihat malu atau dipermalukan oleh sikapnya. Dia mengeluarkan senyumannya bersamaan dengan tindakannya.  Kikwang tidak dapat membantunya, tapi pikirannya berubah menjadi gila dengan sentuhan yang diberikan oleh Hyosung.

 

Kikwang, entah bagaimana, tau kalau Hyosung melakukan semua tindakan itu bukan karena tidak tau efek yang ia timbulkan. Tapi Hyosung tetap menjadi polos dengan menyembunyikannya. Hyosung tetap memberikan senyuman polos ketika mereka membicarakan hal-hal yang membuat mereka tertarik, tidak membicarakan tentang pelukan tiba-tiba atau tangan yang saling menggenggam.

Kikwang merasa seperti dia sedang terbang ke surga.

**

 

 

Kikwang benar-benar menjadi gila. Dia membeli sebuah cincin dan berkotak-kotak cokelat ketika Hyosung tidak bersamanya. Dia dapat menyembunyikan semua barang itu karena bantuan dari para penjualnya. Hyosung bahkan tidak merasa gelisah setiap kali Kikwang menghilang. Tapi Hyosung akan menghukumnya dengan beberapa cara. Kikwang  tidak merasa buruk tentang itu. Dia menyukainya.

 

Ketika mereka mencapai sebuah restaurant untuk makan malam mereka, Kikwang meminta izin ke Hyosung sebelum pergi dari restaurant itu. Kikwang tidak menyangka hal itu ternyata sangat susah dilakukan. Hyosung terus saja menolaknya dan mengatakan bahwa meninggalkan seorang gadis di saat kencan adalah hal yang salah.

 

“Kencan,” Dia berbisik pada dirinya sendiri. Dia tersenyum, jadi hari ini adalah kencan pertama mereka bahkan sebelum mereka resmi menjadi pasangan. Kikwang mengambil cokelat dan cincin pasangan yang ia titipkan. Dia harus berlari dengan cepat karena telah meninggalkan Hyosung selama 20 menit.

 

Dia membuka pintu restauran dan berjalan secepat mungkin ke meja mereka. Hyosung sedang menatap ke arah makanan di depannya dengan mata berkilauan. Kikwang terkikik dengan pemandangan itu. Hyosung mendengar kikikannya dan memukul Kikwang dengan keras. “Kamu sudah meninggalkanku disini selama 20 menit.. Ketika kamu pergi, makanan yang lezat ini telah disini!! Apakah kamu tau bahwa aku menjadi kelaparan karena harus menunggumu?” Hyosung menjadi cerewet.

 

 

“Kenapa kamu tidak langsung memakannya?” Kikwang berkata “Karena.. Karena aku ingin makan malam ini menjadi romantis,” Hyosung tersenyum malu. Mata Kikwang melebar karena terkejut. Dia berusaha membuat tenggorokannya nyaman, “Hyosung-ah.. Aku benar-benar menyukaimu,” “Aku juga menyukaimu,Kikwang,” “Apakah kamu mengerjaiku?! Kamu menyukaiku sebagai teman atau pasangan?” Kikwang harus menyembunyikan kegembiraannya sebelum mendapatkan jawaban dari Hyosung. “Sebagai pasangan,” Hyosung berkata dengan datar.

 

“AKU SANGGGGAAATTT MENCINTAIMU!!” Kikwang meloncat dan memeluk Hyosung. Hyosung tertawa karenanya, dia perlahan-lahan mengembalikan pelukan itu kepadanya, “Ah..Aku hampir lupa,” “Apa itu?” Hyosung menatapnya dengan bingung. “Berikan aku tangan kananmu,” Hyosung memberikan tangannya kepada Kikwang, meletakkannya diatas tangan Kikwang. Kikwang menarik keluar cinicin pasangan itu, dia mengambil cincin untuk wanita dan menaruhnya di jari Hyosung. Hyosung menahan nafas, dia tidak tau harus berkata apa. “Noona..Maukah kamu menjadi pacarku? Taruh cincin ini jika kamu setuju dan tutup saja kotaknya jika kamu tidak menyukai hal itu,” Kikwang menutup matanya erat. Perlahan, dia bisa merasakan jari-jari milik Hyosung menyentuhnya, besi dingin menabrak kulitnya.

 

“Aku selalu ingin menjadi pasanganmu,” Hyosung mengangkat kedua bahunya, memberikan sebuah ciuman kecil di pipi Kikwang. Wajah Kikwang merona tapi kemudian dia ingat tentang cokelat. “Noona, apakah kamu menyukai cokelat?” “Ya,kenapa?” “Aku punya beberapa,” Kikwang menaruh cokelat-cokelat itu diatas meja. Hyosung menggelengkan kepalanya sembari tertawa. “Kamu tidak akan menerimanya?” Kikwang bertanya. “Aku akan menerimanya, tapi makanan-makanan ini sedang menunggu kita.. Aku akan memakannya nanti.. Itu sisi sedihnya,” Hyosung menggembungkan pipinya. Kikwang mengelus pipi milik Hyosung. Mata mereka bertemu, terkunci diantara mereka masing-masing.

“Noona, kamu cantik sekali,”

Iklan

3 thoughts on “[FF] NOONA IS SO PRETTY FT KIKWANG AND HYOSUNG — Indonesian Trans —

Add yours

  1. waktu baca, berasa bahasanya kayak bahasa yang habis ditranslate
    trus pas baca judulnya, ternyata emang translate-an, doeeng -___- /dodol /gapinterbacajudul
    ceritanya menurutku unik, tingkah mereka berdua lucu (mengingat mrk adl seorang idol)
    oya, salam kenal, aku visitor nyasar (?) 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: