[FANFICTION] A PLATE OF AFFECTION FOR YOU ONLY (PART 3 -END)

Title: A Plate of Affection For You Only

Rate: General

Cast :

-Kim KiBum

-Akari (OC)

-Kim Hyung Jun

KiBum tidak menampakkan ekspresi berlebihan ketika ia keluar dari kamarnya untuk menemui Akari. Wajahnya benar-benar tenang, membuatnya terlihat semakin tampan. Senyuman dingin terpasang sebentar di wajahnya sebelum ikut lenyap bersama ekspresi lainnya yang ia miliki. Akari berdiri di depannya, memandang bingung Hyung Jun yang sedang mengoceh tidak jelas tentang keluarganya dan KiBum.

“Hyung. Bisakah aku meminjam Akari darimu?” KiBum bertanya, Akari yang duduk di bawahnya, tidak dapat memperhatikan wajah KiBum saat itu, namun ia mengerti benar bahwa KiBum pasti terlihat berbeda dari biasanya karena HyungJun menaikkan alisnya bingung. Hal yang tak akan ia lakukan di saat bersama KiBum kecuali jika adiknya itu benar-benar telah membuatnya heran.

“Ya, tentu saja. Aku akan diam di sini. Apakah kau akan mengajaknya keluar?” Hyung Jun berbicara panjang lebar yang hanya dibalas sebuah anggukan kepala oleh KiBum. Akari meringis mendapati tingkah KiBum yang mulai diluar kebiasaan.

“Ayo,” KiBum menarik Akari, memasangkannya jaket dan menunggu Akari memakai sepatunya dengan sabar. Matanya teduh dan tidak terlihat menuntun ataupun tidak sabar. Semuanya terlihat begitu tulus. Terlalu berlebihan sehingga membuat Akari sedikit terharu, namun ia segera menepis perasaan itu. Ia belum tentu menyukai KiBum kan? Mengapa harus terharu dan terlonjak kegirangan dengan perlakuannya saat itu padanya?

Mereka menyusuri jalanan dengan latar belakang ributnya kehidupan Seoul pada malam hari itu. Akari merutuk dirinya sendiri karena memakai baju yang terlalu terbuka. Beberapa pria menatapnya dengan terang-terangan, memperhatikan tubuhnya. Ia meringis ngeri, tiba-tiba ia merasakan dirinya ditarik mendekat oleh KiBum. Badan keduanya bersentuhan, dengan ringan namun membuat Akari cukup merasa aman. Paling tidak, tidak terlalu banyak orang yang memperhatikannya lagi. Apa yang KiBum lakukan benar-benar bentuk perlindungan darinya untuk Akari. Akari menghembuskan nafasnya dengan lebih tenang.

“Akari.. Taukah kau bahwa aku selama ini menyimpan sebuah rahasia besar darimu?” KiBum memulai percakapan, orang-orang berlalu lalang di segala arah.  Membuat debaran di dada Akari semakin meningkat, membuatnya lebih gugup dari sebelumnya. “Benarkah?” Akari bertanya pelan, KiBum tidak menjawab salama beberapa saat, mereka masih menyusuri sebuah gang. Suara lembut Akari seolah-olah menjadi sebuah musik di telinga KiBum, begitu menrdu dan manis. Suara yang ia harap akan lebih sering mengisi kehidupannya untuk seterusnya.

“Iya.. Rahasia ini terlalu besar hingga akhirnya hyungku mengetahuinya lebih dulu bahkan sebelum aku sempat memberitaukanmu tentang rahasia ini,” KiBum menjelaskan, kali ini langkah mereka melambat sedikit. Perlahan namun pasti, mereka berhenti di depan sebuah gereja yang terletak di ujung gang tersebut. Perjalanan mereka harus berhenti disitu, untuk sementara. “Semenakjubkan itu kah efekku padamu?” Akari tertawa pelan, matanya hanya tersisa segaris, membuktikan bahwa dirinya bahagia dengan hal itu.

“Kau tau? Bagiku, kau itu orang termanis yang pernah kutemui.. Bagiku, kau satu-satunya orang yang telah berhasil menarikku untuk mendekati dirimu lebih dari yang seharusnya. Aku tidak pernah ingin menjadi orang yang terlalu tertarik. Namun sepertinya dirimu itu sebuah perkecualian, Akari..” KiBum memulai penjelasannya. Matanya tidak pernah lepas dari mata Akari, mata itu tampak menantang, seolah tidak akan menyerah walaupun KiBum akan memberikan pemandangan paling mengerikan sekalipun. Seolah ingin menunjukkan bahwa ia tegar.

Sejenak, KiBum termangu akan keajaiban dari pesona mata itu terhadap dirinya. “Lanjutkan,” ujar Akari, tangan KiBum perlahan menggenggam tangan Akari, menaikkannya setengah kali dari badan mereka. “Maukah kau menemaniku? Maukah kau mewujudkan mimpiku tadi? Aku berjanji untuk berjuang bersama dirimu. Aku berjanji untuk membuatmu lebih terkesan dengan diriku, aku bisa melakukan itu hanya agar kau bisa mencintaiku lebih baik lagi. Agar kau tak ragu mencintaiku. Maukah kau melakukan itu untukku Akari?” Akari membeku, senyuman menghilang dari wajahnya. Air mata kini menuruni wajahnya, membuatnya terlihat semakin berkilau. “Apakah kau baru saja melamarku?” Tawa menyertai perkataanku, Akari tertawa dengan air mata terus menerus mengalir. “Jika kau menganggapnya seperti itu, aku bisa menyiapkan sebuah pernikahan untuk kita berdua dalam waktu beberapa bulan saja, asalkan kau sanggup menunggu,” KiBum tersenyum manis, menikmati wajah Akari yang terlihat begitu berbeda.

“Jadi?” Akari tertawa lagi, diikuti dengan tawa lega dari KiBum. “Kau menerimaku ya?” KiBum menggodanya. “Sebagai apa? Pacar?” Akari tersenyum manis, manis sekali di mata KiBum. “Sebagai suamimu,” Bisik KiBum lembut saat ia menunduk untuk meraih wajah Akari. “Jangan bercanda, KiBum..” Akari balas berbisik, ia bisa merasakan bahwa dirinya merinding mendengarkan kata ‘suami’ terlontar dari mulut KiBum. “Aku serius, darling.. Aku melamarmu.. Untuk apa kau kubawa ke depan gereja jika aku hanya menanyakanmu untuk menjadi pacarku?” KiBum tertawa sekarang, menyentuh setiap bagian wajah Akari dengan perasaan tenang dan kalem. Bahagia menyelimuti dirinya juga. “Apa kau serius? Sesingkat itu?” “Kau dan aku sudah lama kenal, sudah terlalu mengenal diri kita masing-masing… Bukankah menurutmu itu cocok? Lagipula pernikahan akan kita adakan 10 bulan lagi, kau punya banyak waktu untuk mengenalku, darling…” KiBum mengedip nakal kepadanya, membuat Akari kembali merona. “Ah benarkah? Sepertinya kau melupakan cincinku! Lamaran tidak pas tanpa cincin bukan?” Akari balik mengejeknya.

“Mumpung kau ingatkan, ini, pakailah.. Jangan kau lepaskan ya.. Kemarikan tanganmu itu,darling.. Dan ya, aku serius. Ini cincin pertunanganmu,” Kibum mengoceh, mengeluarkan sepasang cincin elegan dan begitu mempesona dari kantung jasnya. Akari menahan nafas sementara mengamati antara cincin-cincin tersebut dan KiBum. “Kau kaget ya?” KiBum tersenyum. Akari tidak menjawab, ia menyembunyikan dirinya di dada bidang KiBum. KiBum terdiam, mengelus kepala Akari dengan sayang. “Aku tau.. Aku juga terkejut.. Ayo, kita pulang. Hyungku akan menyukai hal ini..” KiBum dan Akari berpegangan tangan, jarak tubuh keduanya semakin tidak terlihat, namun cincin di jari Akari jelas terlihat, menunjukkan status kepemilikannya saat itu. Kecupan-kecupan singkat mengikuti perjalanan pulang mereka.

***

“Kalian akan menikah? Kapan?” “10 bulan lagi.. Tenang saja hyung..” “Oppa.. Terima kasih atas bantuan motivasi mu..” Hyung Jun diam sejenak, otaknya sibuk berpikir, hatinya sibuk memperbaiki luka yang tergores disitu ketika mendengar bahwa mereka telah berkembang lebih jauh dari yang ia harapkan.

“Oh.. Baiklah.. Asal kalian tidak menagihku untuk membantu memberikan dana untuk pernikahan kalian,” Ia mencoba menjawab acuh walaupun pada saat itu juga ia merasa ingin melarikan diri dari hadapan mereka, entah kemana. Tawa pasangan baru itu meledak, membahana di dalam ruangan apartemen itu. Membawa kehangatan bagi yang mendengarnya. Hyung Jun ikut tersenyum.

“Biarlah.. Asal mereka bahagia..” Hatinya berbisik, menikmati pemandangan pasangan itu dengan tenang, dengan tulus. “Berbahagialah, adik dan adik ipar..” Hyung Jun mengucapkan, menutup malam itu. Membuka hari baru bagi mereka semua, membuka jalan yang akan berakhir menuju mimpi mereka.

 

Done!!! Ya ampun akhirnya !! Ini FF selesai dan hutang saya ke 1 orang lunas! *masih punya hutang ke 2 orang sebenernya hahaha*

^_^ Makasih buat Akari senpai yang udah request … Saya udah lama gak ngerasain sensasi nulis FF *?* ~ 🙂 Eh gak juga sih… Yah pokoknya ini latihan yang baik banget ^^ … Semoga suka ya senpai ❤

Karaktermu kebalik juga gak papa yah ? -_- Biar kau keliatan sedikit feminin di depan ibu mertua ntar 😀 XD

Thank you for reading – Much love , Feyfan –

Iklan

2 thoughts on “[FANFICTION] A PLATE OF AFFECTION FOR YOU ONLY (PART 3 -END)

Add yours

  1. Kamu panggil saya senpai O_o saya ntu feminim kok ^^ cuma tak punya modal bwt jadi feminim #plak
    makasih yah~ saya yg baca aja histeris loh XDD kapan lagi direbutin kakak adik ganteng ❤ XDD

    1. sedikit mengormati kan boleh 😛
      Modal dalam artian money atau ???
      😛 haha iya ^~^ sama-sama ..
      ada kok kesempatan.. siapa tau beneran kejadian di hidup ._.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: