[FANFICTION] YOU’RE MY DESTINY -PART II-

Title : YOU’RE MY DESTINY

Author: Feyfan

Cast :

– Lee Hyukjae / Eunhyuk

– Park Ah Ran

– Dokter Kim

Rate : General

“Kau yakin, Ah Ran? Kau tidak mungkin kan menyumbangkan jantungmu sekarang?” Dokter Kim, dokter yang menangani Hyukjae, menatapnya serius. “Aku tidak akan hidup lebih lama lagi, dokter. Tapi aku dapat memastikan bahwa diriku sehat, dokter. Kumohon.. Setelah aku meninggal kau memberikan jantungku kepada Hyukjae oppa..” Mata Ah Ran berkaca-kaca. Batinnya terasa berat ketika ia menyadari apa yang akan ia lakukan.

Berat meninggalkan dunia ini. Namun, ia tidak memiliki tujuan apapun dalam hidup. Jika semuanya berjalan sesuai rencananya, jika semua berhasil, hutang budinya selama ini akan terbayar. Dan ia ikhlas. Ia menginginkannya lebih dari apapun, ia menginginkan kehidupan Hyukjae menjadi lebih baik.

“Baiklah.. Beberapa minggu lagi mungkin? Jika Hyukjae bisa bertahan lebih lama, mungkin kau juga bisa bertahan lebih lama.. Namun Ah Ran, kusarankan agar kau mencari pendonor yang lain. Aku tau kau telah mengetes dirimu sendiri. Dan ya, aku tau jantungmu cocok dengan Hyukjae. Tapi kumohon Ah Ran, cobalah cari pendonor yang lainnya. Mengerti?” Dokter Kim memandang Ah Ran dengan letih. Urusan Hyukjae dan Ah Ran terkadang membuatnya bertanya-tanya sendiri. Seberapa besar cinta mereka hingga Ah Ran begitu tenang merelakan hidupnya untuk Hyukjae ?

Ah Ran tersenyum manis, berdiri dan membungkuk untuk terakhir kalinya sebelum keluar ruangan. Ia menghirup udara yang ada sebanyak-banyaknya sebelum berjalan menuju kamar Hyukjae. Untuk terakhir kalinya dalam hidupnya dan dalam hidup Hyukjae.

***

Ketika Ah Ran memasukki ruangan, ia tidak dapat menahan senyuman. Hyukjae tertidur pulas dan dengan muka polos. Membuatnya ingin duduk diam dan memandangnya terus menerus, namun ia tahu. Waktunya sangat sedikit dan hal itu hanya akan membuang-buang waktu.

Maka, Ah Ran memutuskan untuk menyampaikan salamnya saat itu juga. Ia menarik sebuah kursi dan duduk sembari tangannya mengelus perlahan wajah Hyukjae. Merasakan setiap helai rambut yang ia sentuh perlahan, menyingkirkannya dari wajah Hyukjae. “Kau tau oppa? Aku merasa tenang untuk melakukan ini.. Aku merasa bahagia bahwa kaulah orang yang harus kutolong. Dan aku merasa cukup bahagia dengan bisa berada di sisimu, walaupun hanya sementara…” Ah Ran berhenti, ketika tangannya tanpa sengaja telah turun di atas bibir Hyukjae. “Aku ingin kau bisa tersenyum oppa.. Tersenyum dengan lebar, tanpa meragukan kapan hidupmu akan berakhir..” Ah Ran berbisik.

Air mata perlahan jatuh darinya, hatinya terasa berat. Ia menunduk lama, berusaha menenangkan dirinya sendiri sebelum meledak dalam tangisan yang lebih besar. “Kau.. Adalah orang yang kucintai.. Pertama kali dan terakhir kalinya dalam hidupku, oppa.. Kumohon, demi itu.. Hiduplah lebih lama..” Ah Ran berbisik lembut di telinga Hyukjae. Kemudian ia meremas pelan tangan Hyukjae dan berbalik pergi meninggalkan kamar itu.

Hyukjae tersentak bangun, ia mengusap beberapa tetes keringat yang terjatuh dari keningnya. “Itu hanya mimpi bukan?” Ia bergumam panic. Dalam mimpinya, ia memimpikan Ah Ran pergi meninggalkannya, dalam cara yang tragis. Ia panic.

Malam itu, Hyukjae gelisah. Ah Ran tak mengunjunginya. Baginya, hari itu Ah Ran sama sekali tidak mengunjunginya, membuat Hyukjae semakin gelisah.

***

Di malam yang sama, di tempat yang berbeda, Ah Ran mengelus perlahan setir mobilnya. Dan kemudian memandang lurus kearah jalanan sepi di depannya. Ia menarik nafas, memperkirakan banyak hal. Ia mengambil ponselnya, menelpon layanan darurat dan ketika ia berhasil menyampaikan maksudnya, ia menutupnya. Ah Ran mendesah pelan, menutup matanya, memblokir penglihatannya dari kemilau lampu di jalanan Seoul.

“Sekarang atau tidak.” Ia berkata. Ah Ran mempermainkan jam tangannya. Ketika ia menatap jamnya, ia tersenyum pahit. “Aku harap semua berjalan sempurna..” Ia berujar sebelum menyalakan mesin mobilnya. Satu tarikan nafas dan detik selanjutnya, mobil ambulance berada di mana-mana. Ah Ran menyeringai kecil ketika merasakan hantaman rasa sakit melingkupinya. Ia sadar, ia berusaha untuk tetap sadar.

Malam itu, keramaian terjadi di salah satu jalanan Seoul. Orang-orang menyebut pengemudi mobil itu gila, karena menabrakkan diri sendiri secara sadar. Sebuah percobaan bunuh diri yang hasilnya masih berada di garis kabur. Entah berhasil atau gagal.

Malam itu, keadaan Hyukjae memburuk. Tepat ketika kecelakaan terjadi, Hyukjae tak sadarkan diri.

***

“Jadi ini maksudmu dengan hidupmu tidak akan lama lagi?” Dokter Kim berkata tajam kepada Ah Ran yang dikerubungi bermacam-macam alat. “Hasil pemeriksaan mengatakan kau tidak terluka banyak di Jantung namun kau mengalami pendarahaan hebat. Sebuah keajaiban kau masih bersamaku disini…” Dokter Kim berujar datar. Walaupun dalam hati, ia begitu terkejut dengan pemandangan di depannya.

“Dok..ter.. Mana..Surat.. Yang .. Harus.. Kutanda tangani itu?” Ah Ran bergumam. “Ini..” Dokter Kim tak ingin lagi menunda apapun yang Ah Ran ingin lakukan. Ia menyerahkan formulir yang wajib terisi tersebut. Ah Ran menandatanganinya dengan tangannya yang bergetar, matanya berkedip tak awas.

Dokter Kim tertawa hambar sebelum mengisikan biodata Ah Ran di formulir. “Hyukjae akan dioperasi besok jika tubuhmu masih kuat hingga esok hari namun arwahmu tidak, Ah Ran.. Tapi aku sungguh berharap kau akan hidup..” Dokter Kim bergumam. “Bagaimana.. Kondisi.. Hyukjae?” Ah Ran bertanya, nafasnya terasa lebih berat. Ia tak ingin lagi bernafas, ia ingin bebas dari segala rasa sakit yang menyelubunginya saat itu.

“Ia pingsan.. Tepat saat kecelakaanmu terjadi.. Sepertinya jantungnya memburuk.. Mungkin karena ia tau kau sedang berusaha memberikan jantungmu padanya..” “Dokter.. Kumohon.. Jangan.. Katakan .. Padanya .. Tentangku..” Ah Ran berujar, matanya mulai menutup. “Jangan sekarang.. Ah Ran..” Dokter Kim berkata frustasi. Namun, ketika mata Ah Ran tak kunjung membuka, ia tau. Ah Ran telah menyerah walaupun tubuhnya belum. Tubuhnya bertahan, demi keinginan terakhirnya.

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: